Contoh Soal Ikatan Kimia : Soal No 31-40

Contoh Soal Ikatan Kimia : Soal No 31-40

31. Perhatikan Keterangan Di Bawah !

a. SbH3
b. NH3
c. AsH3
d. PH3
e. BiH3
 
Senyawa manakah yang memiliki titik didih paling tinggi?

Jawaban : BiH3
 
Pembahasan:

Yang memengaruhi titik didih golongan IVA, VA, VIA, VIIA, dan VIIIA adalah Gaya Van der Walls. Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, memiliki Gaya Van der Walls yang semakin bertambah sebanding dengan bertambah besarnya Mr. Sehingga, titik didih suatu senyawa bertambah dari atas ke bawah dalam satu golongan. BiH3 memiliki Massa yang terbesar dibandingkan satu golongan dengannya.

32. Perhatikan Keterangan Di Bawah !

a. HF
b. HCl
c. HBr
d. HI
e. H2O

Senyawa manakah yang memiliki titik didih paling tinggi?

Jawaban : H2O

Pembahasan :

Ikatan hidrogen mempengaruhi titik didih suatu senyawa. Semakin besar ikatan hidrogennya, semakin tinggi titik didihnya. Namun, khusus pada air (H2O), terjadi dua ikatan hidrogen pada tiap molekulnya. Akibatnya jumlah total ikatan hidrogennya lebih besar daripada asam florida (HF) yang seharusnya memiliki ikatan hidrogen terbesar (karena paling tinggi perbedaan elektronegativitasnya) sehingga titik didih air lebih tinggi daripada asam florida.

33. Perhatikan Keterangan Di Bawah !

a. SiH4
b. CH4
c. SnH4
d. GeH4
e. H2O

Senyawa manakah yang memiliki titik didih paling rendah?

Jawaban : CH4
 
Pembahasan :

Yang memengaruhi titik didih senyawa unsur hidrida golongan IVA, VA, VIA, VIIA, dan VIIIA adalah Gaya Van der Walls. Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, unsur memiliki Gaya Van der Walls yang semakin bertambah sebanding dengan bertambah besarnya Mr. Sehingga, titik didih suatu senyawa bertambah dari atas ke bawah dalam satu golongan.

34. Perhatikan Keterangan Di Bawah !

a. CH4
b. C2H6
c. C3H8
d. C4H10
e. C5H12
 
Senyawa manakah yang memiliki titik didih paling tinggi?

Jawaban : C5H12
 
Pembahasan :

Semakin panjang rantai Karbon, maka semakin kuat ikatannya, sehingga semakin sulit untuk memutuskan ikatannya dan titik didihnya semakin tinggi
 
35. Diketahui unsur A memiliki massa=19 dan neutron=10 sedangkan unsur Q memiliki massa=127 dan neutron=74. Jika A dan Q membentuk senyawa QA 3, maka apakah bentuk dari molekul ini?

Jawaban : planar bentuk T dengan tipe molekul AX3E 2
 
Pembahasan:
 
Unsur A memiliki nomor atom = Massa-Neutron = 19-10 = 9 = 2 7
Unsur Q nomor atom = Massa-Neutron = 127-74 = 53 = 2 8 18 18 7
Jumlah ev atom pusat Q =7
Jumlah domain elektron Ikatan (X) = 3
Jumlah domain elektron Bebas (E) =
Tipe molekul AX3E2 yaitu planar bentuk T (IF 3)

36. Diketahui unsur A bermassa=1 dan neutron=0 sedangkan unsur Q memiliki massa 16 dan neutron=8. Jika A dan Q membentuk senyawa A2Q, maka apakah bentuk dari molekul ini?

Jawaban : bentuk V dengan tipe molekul AX2E2
 
Pembahasan:
 
Unsur A memiliki nomor atom = Massa-Neutron = 1-0 = 1
Unsur Q memiliki nomor atom = Massa-Neutron = 16-8 = 8 = 2 6
Jumlah ev atom unsur pusat Q =6
Jumlah domain elektron Ikatan (X) = 2
Jumlah domain elektron Bebas (E) =
Tipe molekul AX2E2 yaitu bentuk V (H 2O)


37. Diketahui unsur A memiliki massa=12 dan neutron=6 sedangkan unsur Q memiliki massa=1 tanpa neutron. Jika A dan Q membentuk senyawa AQ 4, maka apakah bentuk dari molekul ini?

Jawaban : Tetrahedral dengan tipe molekul AX4
 
Pembahasan:
 
Unsur A memiliki nomor atom = Massa-Neutron = 12-6 = 6 = 2 4
Unsur Q memiliki nomor atom = Massa-Neutron =1
Jumlah ev atom unsur pusat A =4
Jumlah domain elektron Ikatan (X) = 4
Jumlah domain elektron Bebas (E) =
Tipe molekul AX4 yaitu Tetrahedral (CH4)

38. Diketahui unsur A memiliki massa=10 dan neutron=5 sedangkan unsur Q memiliki massa=19 dan neutron=10. Jika A dan Q membentuk senyawa AQ 3, maka apakah bentuk dari molekul ini?

Jawaban : Segitiga Planar dengan tipe molekul AX3
 
Pembahasan:
 
Unsur A memiliki nomor atom = Massa-Neutron = 10-5 = 5 = 2 3
Unsur Q memiliki nomor atom = Massa-Neutron = 19-10 = 9 = 2 7
Jumlah ev atom unsur pusat A = 3
Jumlah domain elektron Ikatan (X) = 3
Jumlah domain elektron Bebas (E) = =0
Tipe molekul AX3 yaitu Segitiga Planar (BF3)


39. Diketahui unsur A memiliki massa=14 dan neutron=7 sedangkan unsur Q memiliki massa=1 tanpa neutron. Jika A dan Q membentuk senyawa AQ 3, maka apakah bentuk dari molekul ini?

Jawaban : Trigonal Piramida dengan tipe molekul AX3
 
Pembahasan:
 
Unsur A memiliki nomor atom = Massa-Neutron =14-7 = 7 = 2 5
Unsur Q memiliki nomor atom = Massa-Neutron =1
Jumlah ev atom unsur pusat A =5
Jumlah domain elektron Ikatan (X) = 3
Jumlah domain elektron Bebas (E) =
Tipe molekul AX3E yaitu Trigonal Piramida/piramida segitiga/piramida trigonal (NH3)


40. Diketahui unsur A memiliki massa=31 dan neutron=16 sedangkan unsur Q memiliki massa=35 dan neutron=18. Jika A dan Q membentuk senyawa AQ 3, maka apakah bentuk dari molekul ini?

Jawaban : Trigonal Piramida dengan tipe molekul AX3E 2
 
Pembahasan:
Unsur A memiliki nomor atom = Massa-Neutron =31-16 = 15 = 2 8 5
Unsur Q memiliki nomor atom = Massa-Neutron =35-18= 17 = 2 8 7
Jumlah ev atom unsur pusat A = 5
Jumlah domain elektron Ikatan (X) = 3
Jumlah domain elektron Bebas (E) =
Tipe molekul AX3E yaitu Trigonal Piramida/piramida segitiga/piramida trigonal (PCl3)

Contoh Soal Ikatan Kimia : Contoh Soal No 21-30

 Perhatikkan Gambar Di Bawah !


21. Manakah huruf yang menunjukkan pasangan elektron yang membentuk ikatan kovalen koordinat?

Jawaban : Q

Pembahasan : Unsur O menerima pasangan elektron dari Unsur N yang digunakan secara bersama


22. Perhatikkan Gambar !


Pasangan elektron manakah yang membentuk ikatan kovalen dan kovalen koordinat secara berurutan?

Jawaban : 3 dan 4

Pembahasan : 3 karena unsur N dan H mengunakan pasangan elektron dari penyumbangan unsur bersama dan 4 karena unsur B menerima sumbangan pasangan elektron dari N yang digunakan secara bersama.

23. Perhatikan Gambar !
Manakah huruf yang menunjukkan pasangan elektron yang membentuk ikatan kovalen koordinat?
Jawaban : L

Pembahasan : unsur H menerima pasangan elektron dari unsur N yang digunakan secara bersama

24. Perhatikkan Gambar !
Pasangan elektron manakah yang membentuk ikatan kovalen dan kovalen koordinat secara berurutan?

Jawaban : 4 dan 2

Pembahasan : 4 karena unsur O dan N menggunakan pasangan elektron yang disumbangkan bersama dan 2, karena unsur O mengunakan pasangan elektron yang disumbangkan oleh unsur N

25. Perhatikan Keterangan Di Bawah!

a. Cl2 dan H2O
b. SO2 dan H2O
c. CaCl2 dan NH3
d. HCl dan HBr
e. H2 dan Cl2
 
Manakah yang termasuk pasangan senyawa kovalen polar?

Jawaban : b dan d

Pembahasan :

Ciri-ciri dari senyawa kovalen polar adalah :
v Bentuk molekulnya Asimetris
v Memiliki pasangan elektron bebas
v Ikatannya memiliki perbedaan ke elektronegatifan
v Larut dalam pelarut polar.

Maka :

Pilihan b : SO2 = memiliki pasangan elektron bebas
H2O = memiliki pasangan elektron bebas,
Pilihan d : HCl = Ikatannya memiliki perbedaan ke elektronegatifan
HBr = Ikatannya memiliki perbedaan ke elektronegatifan

26. Perhatikan Keterangan Di Bawah!

a. N2O5 dan SF6
b. NO dan HBr
c. HBr dan SF4
d. H2O dan PCl5
e. SO3 dan HCl

Manakah yang termasuk pasangan senyawa kovalen polar dan nonpolar?

Jawaban : a dan d

Pembahasan :

Ciri-ciri dari senyawa kovalen polar adalah :
v Bentuk molekulnya Asimetris
v Memiliki pasangan elektron bebas
v Ikatannya memiliki perbedaan ke elektronegatifan
v Larut dalam pelarut polar
Ciri-ciri dari senyawa kovalen nonpolar adalah :
  • Tak memiliki elektron bebas
  • Bentuk molekul simetris
  • Ikatannya tidak memiliki perbedaan keelektronegatifan
  • Tidak larut dalam pelarut polar
Maka :

Pilihan a : SF6 = tidak memiliki pasangan elektron bebas (nonpolar)
N2O5 = memiliki pasangan elektron bebas
Pilihan d : H2O = memiliki pasangan elektron bebas (polar)
PCl5 = Bentuk molekul simetris (nonpolar)

27. Perhatikan Keterangan Di Bawah!

a. PCl3 dan CO2
b. NH3 dan SO3
c. HCl dan NH4+
d. HCl dan C2H6
e. BCl3 dan CH4
 
Manakah yang termasuk pasangan senyawa kovalen polar dan senyawa yang memiliki ikatan semipolar?

Jawaban : b dan c

Pembahasan :

Ciri-ciri dari senyawa kovalen polar adalah :
v Bentuk molekulnya Asimetris
v Memiliki pasangan elektron bebas
v Ikatannya memiliki perbedaan ke elektronegatifan
v Larut dalam pelarut polar

Ciri-ciri dari senyawa yang memiliki ikatan semipolar adalah :
· Memiliki ikatan kovalen koordinasi.

Maka :

Pilihan b = NH3 = memiliki pasangan elektron bebas dan tak simetris
SO3 = memiliki ikatan kovalen koordinasi
Pilihan c = HCl = memiliki perbedaan ke elektronegatifan
NH4+ = memiliki ikatan kovalen koordinasi

28. Perhatikan Keterangan Di Bawah!

a. Cl2O5 dan H2
b. N2 dan C2H5OH
c. F2 dan CS2
d. PCl5 dan N2
e. CH4 dan HCl

Manakah yang termasuk pasangan senyawa kovalen nonpolar?

Jawaban : c dan d

Pembahasan :

Ciri-ciri senyawa kovalen non polar:

v Tak memiliki elektron bebas
v Bentuk molekul simetris
v Ikatannya tidak memiliki perbedaan keelektronegatifan
v Tidak larut dalam pelarut polar

29. Perhatikan Keterangan Di Bawah !

a. BCl3 dan HF
b. Cl2O5 dan CH4
c. CH3COOH dan C4H9OH
d. HCl dan PCl3
e. BCl3 dan H2
 
Manakah yang termasuk pasangan senyawa kovalen polar?

Jawaban : c dan d

Pembahasan :

Ciri-ciri dari senyawa kovalen polar adalah :
v Bentuk molekulnya Asimetris
v Memiliki pasangan elektron bebas
v Ikatannya memiliki perbedaan ke elektronegatifan
v Larut dalam pelarut polar

Maka :

Pilihan c = CH3COOH = ikatannya memiliki perbedaan keelektronegatifan
C4H9OH = berbentuk tak simetris
Pilihan d = HCl = Ikatannya memiliki perbedaan keelektronegatifan.
PCl3= berbentuk tak simetris dan memiliki elektron bebas

30. Perhatikan Keterangan Di Bawah !

a. NH3 dan Cl2
b. SF4 dan HCl
c. NO dan CH4
d. N2 dan Cl2O5
 
Manakah yang termasuk pasangan senyawa kovalen polar dan nonpolar?

Jawaban : a dan c

Pembahasan :

Ciri-ciri ikatan kovalen polar :

v Bentuk molekulnya Asimetris
v Memiliki pasangan elektron bebas
v Ikatannya memiliki perbedaan ke elektronegatifan
v Larut dalam pelarut polar
Ciri-ciri dari senyawa kovalen nonpolar adalah :
  • Tak memiliki elektron bebas
  • Bentuk molekul simetris
  • Ikatannya tidak memiliki perbedaan keelektronegatifan
  • Tidak larut dalam pelarut polar
Maka :
Piliha b : SF4 = memiliki elektron bebas
PCl3 = tidak memiliki elektron bebas
Pilihan c : NO= memiliki elektron bebas
CH4 = tidak memiliki elektron bebas

Selanjutnya > Soal No 31-40

Contoh Soal Ikatan Kimia : Contoh Soal No 11-20

11. Diketahui harga bilangan kuantum elektron terakhir unsur Q adalah n=4; l =0; m=0 dan s= -½ sedangkan harga bilangan kuantum terakhir unsur Z adalah n=2; l =1; m= -1 dan s= -½. Jika unsur Q dan unsur Z membentuk senyawa QZ, maka ikatan apakah yang terbentuk dari senyawa tersebut?

Jawaban : Ikatan Ion

Pembahasan:

Q: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 6 4s2
Z: 1s2 2s2 2p4
 
Q merupakan unsur logam (golongan IIA) dan Z merupakan unsur nonlogam (golongan VIA), ikatan yang dibentuk adalah logam dengan nonlogam, yaitu ikatan Ion → CaO

12. Diketahui harga bilangan kuantum elektron terakhir unsur Q adalah n=1; l =0; m=0 dan s=+½ sedangkan harga bilangan kuantum terakhir unsur Z adalah n=3; l =1; m=0 dan s= -½. Jika unsur Q dan Z membentuk senyawa QZ , maka ikatan apakah yang terbentuk dari senyawa tersebut?

Jawaban : Ikatan kovalen polar

Pembahasan:

Q: 1s1
Z: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 5
 
Q merupakan Unsur logam (golongan IA) dan Z merupakan unsur nonlogam (golongan VIIA), Ikatan yang dibentuk adalah ikatan Kovalen polar, karena perbedaan keelektronegatifannya besar dan bentuknya tidak simetris → HCl

13. Diketahui harga bilangan kuantum elektron terakhir unsur Q adalah n=2; l =1; m= -1 dan s=+½ sedangkan harga bilangan kuantum terakhir unsur Z adalah n=3; l =1; m=0 dan s= -½. Jika unsur Q dan Z membentuk senyawa QZ 3 , maka ikatan apakah yang terbentuk dari senyawa tersebut?

Jawaban : Kovalen nonpolar

Pembahasan:

Q: 1s2 2s2 2p1
Z: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 5
 
Q merupakan unsur logam (golongan IIIA) dan Z merupakan unsur nonlogam (golongan VIIA), Ikatan yang dibentuk adalah ikatan antara nonlogam dengan nonlogam, yaitu kovalen nonpolar (simetris) → BCl3
 
14. Diketahui harga bilangan kuantum elektron terakhir unsur Q adalah n=3; l =0; m=0 dan s= -½ sedangkan harga bilangan kuantum elektron ke-2 terakhir unsur Z adalah n=3; l =1; m= -1 dan s= -½. Jika unsur Q dan Z membentuk senyawa QZ2 , maka ikatan apakah yang terbentuk dari senyawa tersebut?

Jawaban : Ion

Pembahasan:

Q: 1s2 2s2 2p6 3s2
Elektron ke-2 terakhir unsur Z: 1s2 2s2 2p 6 3s2
Elektron terakhir unsur Z: 1s2 2s2 2p6 3s 2 3p5 (memiliki 17 elektron)
Q merupakan Unsur logam (golongan IIA) dan Z merupakan unsur nonlogam (golongan VIIA), Ikatan yang dibentuk adalah ikatan ion → MgCl2
 

15. Diketahui harga bilangan kuantum elektron terakhir unsur Q adalah n=1; l =0; m=0 dan s=+½ sedangkan harga bilangan kuantum elektron ke-3 terakhir unsur Z adalah n=2; l =1; m= 0 dan s= +½. Jika Q dan Z membentuk senyawa Q 2Z , maka ikatan apakah yang terbentuk dari senyawa tersebut?

Jawaban : Kovalen polar

Pembahasan:

Q: 1s1
Elektron ke-3 terakhir unsur Z: 1s2 2s2 2p 2
Elektron terakhir unsur Z: 1s2 2s2 2p4 (memiliki 8 elektron)
Q merupakan unsur nonlogam (golongan IA) dan Z merupakan unsur nonlogam (golongan VIA), Ikatan yang dibentuk adalah ikatan Kovalen Polar (dikarenakan adanya 2 pasangan elektron bebas pada atom pusat O) → H 2O

16. Diketahui harga bilangan kuantum elektron terakhir unsur Q adalah n=1; l =0; m=0 dan s= +½ sedangkan harga bilangan kuantum elektron ke-2 terakhir unsur Z adalah n=2; l =1; m= -1 dan s= -½. Jika Q dan Z membentuk senyawa QZ, maka ikatan apakah yang terbentuk dari senyawa tersebut?

Jawaban : ikatan kovalen polar

Pembahasan:

Q: 1s1
Elektron ke-2 terakhir unsur Z: 1s2 2s2 2p 4
Elektron terakhir unsur Z: 1s2 2s2 2p5 (memiliki 9 elektron)
Q merupakan hidrogen dan Z merupakan Fluor, Antarmolekul tersebut, terdapat ikatan hidrogen →HF
Q merupakan unsur nonlogam (golongan IA) dan Z merupakan unsur nonlogam (golongan VIIA), Ikatan yang dibentuk adalah ikatan kovalen polar (perbedaan keelektronegatifannya besar).

17. Ikatan apa sajakah yang terdapat dalam senyawa SO3 dan berapakah jumlah ikatan dari setiap jenis ikatan tersebut?

Jawab : 1 ikatan kovalen rangkap dua dan 2 ikatan kovalen koordinasi

Pembahasan :
 
Pembentukkan senyawa SO3



18. Ikatan apa sajakah yang terdapat dalam senyawa NH4Cl dan berapakah jumlah ikatan dari setiap jenis ikatan tersebut?

Jawab : 4 ikatan kovalen tunggal dan 1 ikatan kovalen koordinasi

Pembahasan :



 
19. Ikatan apa sajakah yang terdapat dalam senyawa BF3NH 3 dan berapakah jumlah ikatan dari setiap jenis ikatan tersebut?

Jawab : 6 ikatan kovalen tunggal dan 1 ikatan kovalen koordinasi

Pembahasan :
 
Pembentukkan senyawa BF3NH3

 
20. Ikatan apa sajakah yang terdapat dalam ion H3O+ dan berapakah jumlah ikatan dari setiap jenis ikatan tersebut?

Jawab : 2 ikatan kovalen tunggal dan 1 ikatan kovalen koordinasi

Pembahasan :
 
Pembentukkan ion H3O+

 Selanjutnya > Soal No 21-30 
Ikatan Kimia : 40 Contoh Soal dan Pembahasan Mengenai Ikatan Kimia

Ikatan Kimia : 40 Contoh Soal dan Pembahasan Mengenai Ikatan Kimia

1. Perhatikan Keterangan Di Bawah !

a. 1A dan 17Q
b. 19R dan 53E
c. 15T dan 17Q
d. 47J dan 17Q
e. 17Q dan 12R

Manakah dari pasangan unsur tersebut yang dapat membentuk ikatan kovalen?

Jawaban : a dan c

Pembahasan:

A,Q,E,T merupakan unsur nonlogam (A=golongan IA,Q dan E=VIIA,dan T=VA) dan R merupakan unsur logam (golongan IIA), maka yang dapat membentuk ikatan kovalen adalah antara nonlogam

a. HCl
b. KI
c. PCl3
d. AgCl
e. MgCl2
 
2. Perhatikan Keterangan Di Bawah !

a. 15A dan 1Q
b. 12T dan 35E
c. 20J dan 17R
d. 7 L dan 1Q
e. 1 Q dan 17R

Manakah dari pasangan unsur tersebut yang dapat membentuk ikatan ion?

Jawaban : b dan c

Pembahasan:

T dan J merupakan logam (golongan IIA), R dan E merupakan nonlogam (golongan VIIA), maka ia merupakan ikatan ion

Ikatan Ion adalah ikatan kimia yang melibatkan serah terima elektron
ikatan kimia yang dapat terbentuk antara ion-ion logam dengan non-logam (atau ion poliatomik seperti amonium) melalui gaya tarik-menarik elektrostatik.

a. PH3
b. MgBr2
c. CaCl2
d. NH3
e. HCl

3. Perhatikan Keterangan Di Bawah !

a. 1A dan 17G
b. 11Q dan 17G
c. 35R dan 11Q
d. 8E dan 6T
e. 19A dan 53R

Manakah dari pasangan unsur tersebut yang dapat membentuk ikatan kovalen?

Jawaban : a dan d

Pembahasan:

A,E,G, dan T merupakan unsur nonlogam (A=golongan IA,G=VIIA,T=IVA dan E=VIA), maka diantara unsur tersebut yang akan membentuk ikatan kovalen adalah A dan G; E dan T

a. HCl
b. NaCl
c. NaBr
d. CO2
e. KI

4. Perhatikan Keterangan Di Bawah !

a. 19A dan 53R
b. 29Q dan 8T
c. 1E dan 8T
d. 35E dan 1E
e. 5J dan 1E

Manakah dari pasangan unsur tersebut yang dapat membentuk ikatan ion?

Jawaban : a dan b

Pembahasan:

A dan Q merupakan unsur logam (A=golongan IA dan Q=golongan IB memiliki biloks=2) dan R,E, dan T merupakan unsur nonlogam (R=golongan VIIA, E=VIIA, dan T=VIA), maka terbentuk ikatan ion adalah antara unsur logam dan nonlogam
a. KI
b. CuO
c. H2O
d. HBr
e. BH3
 

5. Ion X2+ mempunyai 10 elektron dan unsur Y memiliki harga keempat bilangan kuantum elektron terakhir n=3, l=1, m=0, s= -½. Jika unsur X dan Y berikatan membentuk satu senyawa yang memenuhi aturan oktet, maka senyawa apakah yang terbentuk?

Jawaban : XY2
 
Pembahasan:
 
Unsur X : dalam keadaan bermuatan 2+, elektronnya = 10, berarti dalam keadaan netral, elektronnya = 12. Maka Konfigurasi elektronnya : 2 8 2 (1s 2 2s2 2p6 3s2 ) gol II A → cenderung melepaskan muatannnya.

Unsur Y : 3p5 → 1s2 2s2 2p6 3s 2 3p5 = 17, 2 8 7, cenderung memerlukan 1 elektron
Jika berikatan, maka akan membentuk senyawa XY2 dimana muatan X diberikan pada unsur Y masing-masing +1 (MgCl2)


6. Unsur X mempunyai harga keempat bilangan kuantum elektron terakhir n=4, l=0, m=0 dan s=+½ dan Ion Y- mempunyai 18 elektron. Jika unsur X dan Y berikatan membentuk satu senyawa yang memenuhi aturan oktet, maka senyawa apakah yang terbentuk?

Jawaban : XY
 
Pembahasan:
 
Unsur X = 4s1 → 1s2 2s2 2p6 3s 2 3p6 4s1 = 19, cenderung akan melepaskan 1 elektron
Unsur Y- : bermuatan -1, elektronnya 18,berarti dalam keadaan netral, elektronnya =17. Maka konfigurasi elektronnya : 2 8 7 (1s 2 2s2 2p6 3s2 3p5) golongan VIIA→ cenderung menerima 1 elektron

Jika berikatan, maka akan membentuk senyawa XY dimana X bermuatan +1, Y bermuatan -1 sehingga XY membentuk ikatan logam dan nonlogam, yaitu ikatan ion (KCl)

7. Suatu atom X mempunyai massa=40 dan neutron=20 sedangkan ion Y -2 memiliki 18. Jika unsur X dan Y berikatan membentuk satu senyawa yang memenuhi aturan oktet, maka senyawa apakah yang terbentuk?

Jawaban : XY
 
Pembahasan:
 
Unsur X : elektronnya =40-20= 20.
Maka Konfigurasi elektronnya : 2 8 8 2 (1s2 2s2 2p 6 3s2 3p6 4s2) gol II A → cenderung melepaskan muatannnya.

Unsur Y-2= bermuatan -2, elektronnya 18, berarti dalam keadaan netral, elektronnya=16. Maka konfigurasi elektronnya : 2 8 6 (1s 2 2s2 2p6 3s2 3p4) = gol VIA → cenderung memerlukan 2 muatan
X bermuatan +2 dan Y kekurangan 2 elektron, maka kedua atom ini akan membentuk ikatan dengan rumus molekul XY (CaS)

8. Ion X2+ mempunyai 54 elektron dan unsur Y mempunyai harga keempat bilangan kuantum elektron terakhir n=3, l=1, m=0 dan s=-½. Jika unsur X dan Y berikatan membentuk satu senyawa yang memenuhi aturan oktet, maka senyawa apakah yang terbentuk?

Jawaban : XY2
 
Pembahasan:
 
Unsur X : dalam keadaan bermuatan 2+, elektronnya = 54, berarti dalam keadaan netral, elektronnya = 56. Maka Konfigurasi elektronnya : 2 8 18 18 8 2 (1s2 2s2 2p6 3s2 3p 6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s2) gol II A, cenderung melepaskan muatannnya.

Unsur Y →3p5= 1s2 2s2 2p6 3s 2 3p5=17= golongan VIIA, cenderung menerima muatan 1 elektron.
X bermuatan +2 dan Y kekurangan 1 elektron, maka kedua atom ini akan membentuk ikatan dengan rumus molekul XY2 (BaCl2 )

9. Suatu atom X memiliki massa=14 dan neutron =7 dan unsur Y mempunyai harga keempat bilangan kuantum elektron terakhir n=1, l=0, m=0 dan s= +½. Jika unsur X dan Y berikatan membentuk satu senyawa yang memenuhi aturan oktet, maka senyawa apakah yang terbentuk?

Jawaban : XY3
 
Pembahasan:
 
Unsur Y = 1s1=1, cenderung membutuhkan 1 elektron untuk menjadi duplet
Unsur X elektronnya=14-7=7. Maka Konfigurasi elektronnya : 2 5 (1s2 2s2 2p3) gol VA.
X memiliki valensi 5(1 pasang elektron dan 3 elektron tidak berpasangan) dan Y kekurangan 1 elektron, maka kedua atom ini akan membentuk ikatan dengan rumus molekul XY3 (NH3)

10. Suatu atom X mempunyai massa 27 dan neutron =14 dan unsur Y memiliki harga keempat bilangan kuantum elektron terakhir n=2; l=1; m= -1 dan s=-½. Jika unsur X dan Y berikatan membentuk satu senyawa yang memenuhi aturan oktet, maka senyawa apakah yang terbentuk?

Jawaban : X2Y3
 
Pembahasan:
 
Unsur X, elektronnya= 27-14 = 13. Maka Konfigurasi elektronnya : 2 8 3 (gol III A)
bermuatan +3, sehingga cenderung akan memberi muatan

Unsur Y = 16 dengan konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p 4 (gol VIA), cenderung membutuhkan 2 elektron.

X bermuatan +3 dan Y kekurangan 2 elektron, maka kedua atom ini akan membentuk ikatan dengan rumus molekul X2Y3 (Al 2O3)

 Selanjutnya > Soal No 11-20

Lets Make Nitric Acid With This Simple Step : Three Simple Step! ( You Can Do At Home )


Hello Guys ! Be A Good Chemist ! Today, we will try to make nitric acid in a simple way and you can try this procedure at home.

As we know, Nitric Acid is one of strongest mineral acid and This compound have chemical formula HNO3. Nitric Acid is Colourless in dilute concentration, but if in concentrated it will form yellow colour. Nitric Acid also used for Nitration in Organic Chemistry.

Nitric Acid is reactive acid and react with metal to form nitrate salt. It can react with inert metal like Silver and Copper. When react with metal, Nitric Acid will produce Nitrogen Dioxide Gas and Nitrogen Oxide gas. However Nitrogen Dioxide gas is most commonly produce in this case.

Okay, now i will to show you how to make nitric acid with this three simple way and you can try this at home !

1. Make Nitric Acid By Heating Copper Nitrate Salt

This step is very simple and you can do easily. If you have Copper Nitrate salt, you just need to heating it until decomposition occured. If you see yellow nitrogen dioxide gas produce when you heating it, you just need to passed it through the water to give nitric acid. This Reaction will show you how the proccess occured :

First, Heating the Copper Nitrate Salt ( 373 K ) until NO2 gas Produced !

Cu(NO3)2  → CuO + NO2 

And then NO2 gas passed through water to give Nitric Acid !

NO2 + H2O → HNO3

How my friend ? It so easy Right ? 

2. Make Nitric Acid By Mixing Sodium Nitrate With Hydrochloric Acid 

This step is more challanging but you can do it ! The ingridients you need is a beaker glass, Sodium Nitrate ( Powder ), and concentrated Hydrochloric acid. The first step, you need to measure about 20 grams Sodium Nitrate and 200 ml concentrated Hydrochloric acid. Then, mix sodium nitrate into concentrated Hydrochloric Acid slowly. let the solution for a minute. After 3 minute, you will see the reaction between sodium nitrate and hydrochloric acid occured. Nitrogen dioxide gas will produce massively and you need to collect it and passed the gas into the water. See the reaction below !

First, Mix sodium nitrate with hydrochloric acid !

NaNO3 + HCl → NaCl + NO2 + H2O

And then, The NO2 gas passed into the water and give Nitric Acid !

NO2 + H2O → HNO3

Its really tough proccess but you can do it easily !

3. Make Nitric Acid By Destilation Procces

 This guide is so hard and you need a lot of experiment skill for do this procedure. The ingridients you need for do this procedure is Pottasium Nitrate and Concentrated Sulfuric Acid. First, measure about 50 grams Pottasium Nitrate and 300 ml concentrated Sulfuric Acid. And then mix them into the beaker destilation glass . You can add 100 ml water into the compound. The next step is you must heating it ( 353 K ) for a few minutes in the destilation procces. Concentrated Nitric Acid will produce in this destilation procces. If you not see the yellow stuff produce anymore, it means the destilation procces has finished.

First reacton

KNO3 + H2SO4 → HNO3 + K2SO4

Then,

HNO3 (aq) → HNO3 ( g ) ( Destilation )

HNO3 ( g ) → HNO3 ( l ) ( In Condensor )

Okay, thats all about the complete guide how to make nitric acid easily. I hope that information can help you . See you in the next article ! Thanks for reading and Be A Good Chemist !!

Reaksi Redoks : 20++ Contoh Soal Reaksi Redoks Dan Pembahasanya

Reaksi Redoks : 20++ Contoh Soal Reaksi Redoks Dan Pembahasanya

1. Berapakah bilangan oksidasi unsur Fe dalam senyawa Fe2 O3?

Jawab:

+3

Pembahasan :

Bilangan oksidasi O = -2
2 biloks Fe + 3 biloks O = 0
2 biloks Fe – 6 = 0
2 biloks Fe = 6
Biloks Fe = +3

2. Berapakah bilangan oksidasi unsur Brom dalam senyawa HBrO 4?
 
Jawab:

+7

Pembahasan :

Biloks H = +1
Biloks H + biloks O + bilok Br = 0
1 - 8 + biloks Br = 0
-7 + biloks Br = 0
Biloks Br = +7

3. Berapakah bilangan oksidasi unsur Pospor dalam senyawa H3 PO4?

Jawab :

5

Pembahasan :

Biloks H = +1
Biloks O = -2
3 biloks H + 4 biloks O + biloks P = 0
3 – 8 + biloks P = 0
-5 + biloks P = 0
Biloks P = +5

4. Berapakah bilangan oksidasi unsur Ag dalam senyawa Ag2 O?…

Jawab:

+1

Pembahasan

Biloks O = -2
2 biloks Ag + biloks O = 0
2biloks Ag -2 = 0
2biloks Ag = +2
Biloks Ag = +1

5. Perhatikan Keterangan Di Bawah !

[Co (H2O)6]+3

 Berapakah bilangan oksidasi unsur Co dalam senyawa kompleks tersebut?

Jawab

+3

6. Perhatikan Keterangan Di Bawah !

Na3[Cr(NO2)6]

Berapakah bilangan oksidasi unsur Cr dalam senyawa kompleks tersebut?

Jawab :

+3

Pembahasan

Terdapat pada jumlah Na yakni 3

7. Perhatikan Keterangan Di Bawah !

K4[Fe(CN)6]

Berapakah bilangan oksidasi unsur Fe dalam senyawa kompleks tersebut?

Jawab :

+2

Pembahasan :

Terdapat biloks anion yakni -4
Biloks Fe + 6 biloks CN = -4
Fe + ( - 6) = -4
Fe = +2

8. Perhatikan Keterangan Di Bawah !

[Cr(NH3)4Cl2]Cl

Berapakah bilangan oksidasi unsur Cr dalam senywa kompleks tersebut?

JAwab:

+3

Pembahasan

Biloks kation = +1
Biloks Cr + biloks NH3 + biloks Cl = +1
Biloks Cr + 0 -2 = +1
Biloks Cr = +3

9. Perhatikan Keterangan Dibawah !

HCl,
NaClO ,
KClO2 ,
KClO3
 
Berapakah bilangan oksidasi unsur klor dari masing-masing senyawa tersebut? …

Jawab: ( -1 , +1 , +3, +5)
 
Pembahasan:

NaCl : biloks Cl ialah -1
NaClO : biloks Cl ialah +1
KClO2 : biloks Cl ialah + 3
KClO3 : biloks Cl ialah +5

10. Perhatikan Keterangan Di Bawah !

Br2
PbBr4 ,
Ca(BrO)2
HBrO4 ,

Berapakah bilangan oksidasi unsur Brom dari masing-masing senyawa tersebut? …

Jawab : ( 0 , -1, +1, +7)

Pembahasan :

Br2 : Biloks Br ialah 0
PbBr4 : Biloks Br ialah -1
Ca(BrO)2 : Biloks Br ialah +1
HBrO4 : Biloks Br ialah +7

11.  Perhatikan Keterangan Di Bawah !

MnO
MnO2,
MnO42-
KMnO4,

Berapakah bilangan oksidasi unsur Mangan dari masing-masing senyawa tersebut? …

Jawab : ( +2 , +4 +6 + 7)
 
Pembahasan

MnO : biloks Mn ialah +2
MnO2 : Biloks Mn ialah +4
MnO42- : biloks Mn ialah +6
KMnO4 : biloks Mn ialah +7

12. Perhatikan Keterangan Di Bawah !

HNO3,
N2O4,
NO
NH3
 
Berapakah bilangan oksidasi unsur Nitrogen dari masing-masing senyawa tersebut? …

Jawab ( +5 , +4, +2, -3 )
 
Pembahasan

HNO3 : biloks N ialah +5
N2O4 : biloks N ialah +4
NO : biloks N ialah +2
NH3 : biloks N ialah -3

13 . Perhatikan Keterangan Di Bawah !


a) 2HBr + H2SO4 → Br2 + SO2 + 2H 2O
b) I2 + NaOH → NaI + NaIO 3 + H2O
c) CaCO3 + 2 HCl → CaCl2 + CO2 + H 2O
d) Br2 + 2NaOH → NaBr + NaBrO + H2O

Manakah yang termasuk reaksi autoredoks ?

Jawaban :

B Dan D

14. Perhatikan Keterangan Di Bawah !

a) Cl2 + SO2 + 2 H2O → 2 HCl + 2 H 2SO4
b) SnCl2 + I2 + 2 HCl → SnCl4 + 2 HI
c) 2 NaOH + H2SO4 → Na2SO4 + 2 HI

Manakah yang termasuk reaksi redoks?

Jawaban:

A dan B

15. Perhatikan Keterangan Di Bawah !


a) Pb(NO3)2 + 2 KI → PbI2 + 2 KNO 3
b) 2 HBr + H2SO4 → Br2 + SO2 + 2 H 2O
c) CaCO3 + 2HCl → CaCl2 + CO2 + H 2O
d) Zn + HCl → ZnCl2 + H 2

Manakah yang termasuk reaksi redoks?

Jawaban:

B dan D

16. Perhatikan Keterangan Di Bawah !

2HBr + H2SO4 → Br2 + SO2 + 2H 2O

Manakah zat yang bertindak sebagai reduktor dan hasil oksidasi?

Jawab :

Reduktor ialah HBr dan hasil Oksidasinya Br2
 

17. Perhatikan Slide!

MnO2 + 2H2SO4 + 2NaI → MnSO4 + Na2SO4 + 2H2O + I2
Manakah zat yang bertindak sebagai pereduksi dan hasil reduksi?

Jawab :

Reduktor ialah NaI dan hasil reduksinya MnSO4


18. Perhatikan Slide!


3 H2S + 2 HNO3 + 6 H+ è 2 NO + 2S + 4 H 2O

Manakah zat yang bertindak sebagai pengoksidasi dan hasil oksidasi?

JAwab : Pengoksidasi ialah HNO3 dan hasil oksidasinya S
Pembahasan :


CuO + H2 è Cu + H 2O

Manakah zat yang mengalami reduksi dan hasil oksidasi?

Jawab : Yang mengalami reduksi ialah CuO dan hasil oksidasinya H 2O

19. Bagaimanakah reaksi redoks pada pembakaran senyawa karbon metana lengkap dengan fasenya?

Jawaban :

S + O2 → SO2







Pembahasan :

Senyawa metana teroksidasi menjadi CO2 dan mengalami oksidasi dari -4 menjadi +4. Sedangkan gas oksigen mengalami reduksi dari 0 menjadi -2

20. Bagaimanakah reaksi senyawa redoks pada Logam Alumunium yang larut dalam Asam Sulfat menghasilkan Al2(SO4)3 dan gas hydrogen lengkap dengan fasenya?
Jawaban :


2 Al (s) + 3 H2SO4(aq) è Al2(SO4)3(aq) + 3 H 2(g)

Pembahasan :
Logam alumunium mengalami oksidasi menjadi Alumunium Sulfat. Sedangkan Hidrogen dalam asam sulfat tereduksi menjadi gas Hidrogen

21. Bagaimanakah reaksi senyawa redoks pada logam Magnesium yang bereaksi dengan Asam Klorida lengkap dengan fasenya!
Jawaban
Mg (s) + 2HCl(aq) è MgCl2(aq) + H 2(g)
Pembahasan:
Logam Magnesium mengalami oksidasi menjadi Magnesium Klorida. Sedangkan Hidrogen dalam asam klorida tereduksi menjadi gas Hidrogen

22. Bagaimanakah reaksi senyawa redoks pada pembakaran unsur belerang lengkap dengan fasenya?
Jawaban :


S (s) + O2(g) è SO2(g)

Pembahasan :
Belerang mengalami oksidasi menjadi SO2. Sedangkan gas oksigen menjadi Belerang dioksida
Sistem Periodik Unsur : 30 Contoh Soal Sistem Periodik Unsur dan Pembahasanya

Sistem Periodik Unsur : 30 Contoh Soal Sistem Periodik Unsur dan Pembahasanya

Hello Sobat ! Salam Chemistry !! Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai contoh soal sistem periodik unsur yang mana materi mengenai sistem periodik unsur merupakan materi yang sangat penting dalam Ujian Nasional sehingga kita wajib membahasnya. Disini kita juga akan belajar menentukan letak unsur dalam sistem periodik, menyelesaikan soal konfigurasi elektron, dan juga menyelesaikan soal bilangan kuantum. Selamat Mengerjakan !

1. Diketahui nomor atom unsur A adalah 20. Bagaimanakah konfigurasi elektron ion A2+ tersebut ?

Jawaban : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
 
Pembahasan :
 
20 A : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 6 4s2
20 A+2 : 1s2 2s2 2p6 3s 2 3p6 atau [Ar]

2. Diketahui nomor atom unsur E adalah 31. Bagaimanakah konfigurasi elektron ion E3+ tersebut?

Jawaban : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 atau [Ar] 3d10
 
Pembahasan :
 
31 E : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 6 4s2 3d10 4p1
31 E3+ : 1s2 2s2 2p6 3s 2 3p6 3d10 atau [Ar] 3d10
 
3. Diketahui nomor atom unsur M adalah 34. Bagaimanakah konfigurasi elektron ion M2- tersebut?

Jawaban : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 atau [Kr] 
 
Pembahasan :
 
34 M : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 6 4s2 3d10 4p4
34 M2- : 1s2 2s2 2p6 3s 2 3p6 4s2 3d10 4p6 atau [Kr]

4. Diketahui nomor atom unsur X adalah 17. Bagaimanakah konfigurasi elektron ion X- tersebut?

Jawaban : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 atau [Ar]
 
Pembahasan :
 
17 X : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 5
17 X- : 1s2 2s2 2p6 3s 2 3p6 atau [Ar]

5. Jika diketahui ion X2+ memiliki 10 elektron dan 12 neutron. Maka berapakah nomor massa atom X tersebut?

Jawaban : 24
 
Pembahasan :
 
Elektron X = Elektron X2+ + Muatan Nomor Massa X = Proton X + Neutron
Elektron X = 10 + 2 Nomor Massa X = 12 + 12
Elektron X = Proton X = 12 Nomor Massa X = 24

6. Jika diketahui ion A- memiliki 18 elektron dan 18 neutron. Maka berapakah nomor massa atom A tersebut?

Jawaban : 35
 
Pembahasan :
 
Elektron A = Elektron A- - Muatan Nomor Massa A = Proton A + Neutron
Elektron A = 18 - 1 Nomor Massa A = 17 + 18
Elektron A = Proton A = 17 Nomor Massa A = 35

7. Jika diketahui ion M+3 memiliki 19 elektron dan 26 neutron. Maka berapakah nomor massa atom M tersebut?

Jawaban : 48
 
Pembahasan :
 
Elektron M = Elektron M3++ Muatan Nomor Massa M = Proton M+Neutron
Elektron M = 19 + 3 Nomor Massa M = 22 + 26
Elektron M = Proton M = 22 Nomor Massa M = 48

8. Jika diketahui ion E3+ memiliki 18 elektron dan 24 neutron . Maka berapakah nomor massa unsur E tersebut?

Jawaban : 45
 


Pembahasan :
 
Elektron E = Elektron E3+ + Muatan Nomor Massa E = Proton E + Neutron
Elektron E = 18 + 3 Nomor Massa E = 21 + 24
Elektron E = Proton E = 21 Nomor Massa E = 45

9. Jika diketahui unsur A3+ memiliki 12 elektron, maka dimanakah letak unsur A pada tabel periodik?

Jawaban : Golongan VA , periode 3
 
Pembahasan :
 
A3+ : 1s2 2s2 2p6 3s 2
A : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3
 
Golongan VA, periode 3

10. Jika diketahui unsur X3+ memiliki 28 elektron , maka dimanakah letak unsur X pada tabel periodik?

Jawaban : Golongan IIIA,periode 4
 
Pembahasan : 
 
X3+ : [Ar] 3d10
X : [Ar] 3d10 4s2 4p1
 
Golongan IIIA , periode 4

11. Jika diketahui unsur G- memiliki 36 elektron , maka dimanakah letak unsur G pada tabel periodik?

Jawaban : Golongan VIIA,periode 4
 
Pembahasan : 
 
G- : [Ar] 3d10 4s2 4p6
G : [Ar] 3d10 4s2 4p5
 
Golongan VIIA, periode 4

12. Jika diketahui ion Q3+ memiliki elektron 36, maka dimanakah letak unsur Q pada tabel periodik?

Jawaban : Golongan IIIB, periode 5
 
Pembahasan :
 
Q3+ : [Kr]
Q : [Kr] 4d1 5s2
 
Golongan IIIB, periode 5

13. Jika diketahui unsur X terletak pada golongan IIA dan periode 4, maka berapakah jumlah elektron yang berpasangan pada ion X2+ tersebut?

Jawaban : 9 pasang elektron.
 
Pembahasan :
 
X : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 6 4s2
X2+ : 1s2 2s2 2p6 3s 2 3p6
 
1s2
2s2
2p6
3s2
3p6
↑↓ ↑↓ ↑↓ ↑↓ ↑↓ ↑↓ ↑↓ ↑↓ ↑↓










Jumlah elektron yang berpasangan adalah 9 pasang elektron.

14. Jika diketahui unsur M terletak pada golongan VA dan periode 5, maka berapakah jumlah elektron yang berpasangan pada orbital d ion M 5+ tersebut?

Jawaban : 10 elektron
 
Pembahasan : 
 
M : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 6 4s2 3d10 4p6 4d10 5s2 5p3 atau [Kr] 4d10 5s2 5p 3
 
M5+ : 1s2 2s2 2p6 3s 2 3p6 4s2 3d10 4p6 4d10 atau [Kr] 4d10
 

3d10
↑↓ ↑↓ ↑↓ ↑↓ ↑↓
4d10
↑↓ ↑↓ ↑↓ ↑↓ ↑↓



Jumlah elektron yang berpasangan adalah 10 elektron.

15. Jika diketahui unsur A terletak pada golongan IIB dan periode 4, maka berapakah jumlah elektron yang berpasangan pada orbital d untuk ion A 2+ tersebut ?

Jawaban : 5 pasang elektron
 
Pembahasan :
 
A : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 6 4s2 3d10
A2+ : 1s2 2s2 2p6 3s 2 3p6 3d10

3d10 → 
 
↑↓ ↑↓ ↑↓ ↑↓ ↑↓


Jumlah elektron yang berpasangan adalah 5 pasang elektron.

16. Jika diketahui unsur E terletak pada golongan VIB dan periode 5, maka berapakah jumlah elektron yang tidak berpasangan pada ion E3+ tersebut?

Jawaban : 3 elektron.
 
Pembahasan : 
 
E : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 6 4s2 3d10 4p6 4d5 5s1 atau [Kr] 4d5 5s1
E3+ : 1s2 2s2 2p6 3s 2 3p6 4s2 3d10 4p6 4d3 atau [Kr] 4d3

4d3 → 
 
4d3




Ada 3 elektron yang tidak berpasangan.

17. Jika diketahui unsur A memiliki 15 elektron. Maka tentukanlah harga keempat bilangan kuantum elektron terakhir ion A3+?

Jawaban : n=3, l=0, m=0, s= -1/2
 
Pembahasan :
 
15 A3+ : 1s2 2s2 2p6 3s 2
 
Elektron terakhir : 3s2
 
Harga keempat bilangan kuantum : n=3 , l=0, m=0, s= -1/2

16. Jika diketahui unsur E memiliki 17 elektron. Maka tentukanlah harga keempat bilangan kuantum elektron kedua terakhir ion E-?

Jawaban : n=3, l=1, m=0, s= -1/2
 
Pembahasan :
 
17 E- : 1s2 2s2 2p6 3s 2 3p6
 
Elektron kedua terakhir : 3p5
 
Harga keempat bilangan kuantum : n=3 , l=1, m=0, s= -1/2

18. Jika diketahui unsur G memiliki 19 elektron. Maka tentukanlah harga keempat bilangan kuantum elektron ketiga terakhir ion G+?

Jawaban : n=3, l=1, m= -1, s= -1/2
 
Pembahasan :
 
19 G+ : 1s2 2s2 2p6 3s 2 3p6
 
Elektron ketiga terakhir : 3p4
 
Harga keempat bilangan kuantum : n=3 , l=1, m= -1, s= -1/2

19. Jika diketahui unsur J memiliki 21 elektron. Maka tentukanlah harga keempat bilangan kuantum elektron keempat terakhir ion J3+?

Jawaban : n=3, l=1, m=+1, s= +1/2
 
Pembahasan :
 
21 J3+ : 1s2 2s2 2p6 3s 2 3p6
 
Elektron keempat terakhir : 3p3
 
Harga keempat bilangan kuantum : n=3 , l=1, m=+1, s= +1/2

20. Perhatikan Keterangan Dibawah!

A : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 6 4s2 3d4
B : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 6 4s2 3d10 4p2
C : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 2
D : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 4
 
Berdasarkan data pada slide, bagaimanakah urutan unsur-unsur tersebut menurut kenaikan jari-jari atom?

Jawaban : D,C,B,A?
 
Pembahasan :
 
Dalam satu periode, jari-jari atom berkurang dari kiri ke kanan karena jumlah elektron valensi dari kiri ke kanan bertambah sehingga gaya tarik menarik semakin besar.Dalam satu golongan, jari-jari atom bertambah dari atas ke bawah karena kulit atom(nomor atom) semakin besar pula. Unsur A dan B berada pada periode 4, dan unsur C dan D berada pada periode 3. Sehingga urutan kenaikan jari-jari atom unsur tersebut adalah D,C,B,A.

21. Perhatikan Keterangan Dibawah!

K : 1s2 2s2 2p6 3s1
L : 1s2 2s2 2p6 3s2
M : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 5
N : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 64s1
 
Berdasarkan data pada slide, bagaimanakah urutan unsur-unsur tersebut menurut kenaikan keelektronegatifan?

Jawaban : N,K,L,M
 
Pembahasan :
 
Dalam satu periode, keelektronegatifan bertambah dari kiri ke kanan.Dalam satu golongan,keelektronegatifan berkurang dari atas ke bawah. Unsur K,L,M berada pada periode yang sama. Unsur K dan N berada pada golongan yang sama.. Sehingga urutan kenaikan keelektronegatifannya adalah N,K,L,M.

22. Perhatikan Keterangan Dibawah !

W : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 6 4s2
X : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 6 4s2 3d10 4p6 5s1
Y : [Ar] 4s2 3d10 4p4
Z : [Kr] 5s2 4d10 5p2
 
Berdasarkan data pada slide, bagaimanakah urutan unsur-unsur tersebut menurut penurunan energi ionisasi?

Jawaban : Y,Z,W,X
 
Pembahasan :
 
Dalam satu periode , energi ionisasi bertambah dari kiri kekanan. Dalam satu golongan energi ionisasi berkurang dari atas ke bawah. Unsur W dan Y berada di periode 4. Unsur X dan Z berada di periode 5. Sehingga urutan penurunan energi ionisasinya adalah Y,Z,W,X

23. Perhatikan Keterangan Dibawah !

P : 1s2 2s2 2p4
Q : 1s2 2s2 2p5
R : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 2
S : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 6 4s2 3d10 4p2
 
Berdasarkan data pada slide, bagaimanakah urutan unsur-unsur tersebut menurut penurunan afinitas elektron?

Jawab: Q,P,R,S
 
Pembahasn:
 
Afinitas elektron unsur-unsur dalam satu periode dari kiri ke kanan cenderung semakin meningkat, sedangkan afinitas elektron unsur-unsur dalam satu golongan dari atas ke bawah cenderung semakin menurun. Unsur-unsur P dan Q berada di periode 2. Unsur R berada pada periode 3, dan unsur S berada pada periode 4. Sehingga urutan penurunan afinitas elektronnya adalah Q,P,R,S


24. Jika sebuah unsur X memiliki 2 isotop, yaitu 12X6 sebanyak 98.9% , sebanyak 1.1% maka berapakah massa atom relatif, proton dan elektron ion X 2+ tersebut?

Jawaban : Ar X= 12.011 , proton= 6 , elektron= 4
 
Pembahasan :
 
Ar X = (% Isotop 1 × Nomor Massa Isotop 1) + (% Isotop 2 × Nomor Massa Isotop 2)
Ar X = (98.9% × 12) + (1.1% × 13)
Ar X = 11.868 + 0.143
Ar X = 12.011
Proton = 6
Elektron = 4

25. Jika sebuah unsur A memiliki 2 isotop, yaitu sebanyak 75% 37A15 dan sebanyak 25% 37A17 maka berapakah massa atom relatif, proton dan elektron ion A - tersebut?

Jawaban : Ar A = 35.5 , Proton = 17 , Elektron = 18
Pembahasan :
Ar A = (% Isotop 1× Nomor Massa Isotop 1) + (% Isotop 2 × Nomor Massa Isotop 2)
Ar A = (75% × 35) + (25% × 37)
Ar A = 26.25 + 9.25
Ar A = 35.5
Proton = 17
Elektron = 18

26. Jika sebuah unsur Q memiliki 2 isotop, yaitu sebanyak 99% dan sebanyak 1% maka berapakah massa atom relatif, proton, dan elektron ion Q + tersebut?

Jawaban : Ar Q = 23.01 , Proton = 11 , Elektron = 10
Pembahasan :
Ar Q = (% Isotop 1 × Nomor Massa Isotop 1) + (% Isotop 2 × Nomor Massa Isotop 2)
Ar Q = (99% × 23) + (1% × 24)
Ar Q = 22.77 + 0.24
Ar Q = 23.01
Proton = 11
Elektron = 10


27. Jika sebuah unsur L memiliki 2 isotop, yaitu sebanyak 98.76% dan sebanyak 1.24% maka berapakah massa atom relatif, proton, dan elektron ion L2- tersebut?

Jawaban : Ar L = 16.0124 , Proton = 8 , Elektron = 6
Pembahasan :
Ar L = (% Isotop 1 × Nomor Massa Isotop 1) + (% Isotop 2 × Nomor Massa Isotop 2)
Ar L = (98.76% × 16) + (1.24% × 17)
Ar L = 15.8016 + 0.2108
Ar L = 16.0124
Proton = 8

28. Diketahui harga ke-4 bilangan kuantum elektron terakhir unsur X adalah n=3, l=0, m=0, s= -1/2 dan harga ke-4 bilangan kuantum elektron terakhir ion Y- adalah n=3, l=1, m=+1, s= -1/2 . Neutron unsur X dan Y berturut-turut adalah 12 dan 18. Jika unsur X berikatan dengan unsur Y membentuk suatu senyawa oktet, maka berapakah berat molekul senyawa tersebut?

Jawab : 94
 
Pembahasan :
 
Unsur X : n=3, l=0, m=0, s= -1/2 (3s2)
X : 1s2 2s2 2p6 3s2 (elektron= 12)
Unsur Y- : n=3, l=1, m+1, s= -1/2 (3p6)
Y- : 1s2 2s2 2p6 3s 2 3p6
Y: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p 5 (elektron= 17)
X2+ + Y- → XY2
 
Ar X = proton + neutron Ar Y = Proton + neutron
Ar X = 12 + 12 Ar Y = 17 + 18
Ar X = 24 Ar Y = 35
Mr XY2 = Ar X + (2 × Ar Y)
Mr XY2 = 24 + (2 × 35)
Mr XY2 = 24 + 70
Mr XY2 = 94

29. Diketahui harga ke-4 bilangan kuantum elektron kedua terakhir unsur A adalah n=2, l=1, m=1, s= -1/2 dan harga ke-4 bilangan kuantum elektron kedua terakhir unsur E adalah n=5, l=1, m= -1, s= -1/2 . Neutron unsur A dan E berturut-turut adalah 12 dan 74. Jika unsur A berikatan dengan unsur E membentuk suatu senyawa oktet , maka berapakah berat molekul senyawa tersebut?

Jawab : 150
 
Pembahasan :
 
Elektron kedua terakhir unsur A : n=2, l=1, m=1, s= -1/2 (2p6)
Elektron kedua terakhir unsur A : 1s2 2s2 2p 6 (elektron = 10)
Jumlah elektron unsur A = Jumlah elektron ke + elektron ke – 1
= 10 + 2 -1
= 11
11 A : 1s2 2s2 2p6 3s1
Elektron kedua terakhir unsur E : n=5, l=1, m= -1, s= -1/2 (5p4)
Elektron kedua terakhir unsur E : [Kr] 4d10 5s2 5p 4 (elektron = 52)
Jumlah elektron unsur E = Jumlah elektron ke + elektron ke – 1
= 52 + 2 -1
= 53
53 E : [Kr] 4d10 5s2 5p5
A+ + E- → AE
Ar A = proton + neutron Ar E = Proton + neutron
Ar A = 11 + 12 Ar E = 53 + 74
Ar A = 23 Ar E = 127
Mr AE = Ar A + Ar E
Mr AE = 23 + 127
Mr AE = 150

30. Diketahui harga ke-4 bilangan kuantum elektron ketiga terakhir unsur J adalah n=2, l=1, m= -1, s= +1/2 . Neutron unsur J adalah 7. Jika unsur J saling berikatan membentuk suatu senyawa oktet, maka berapakah berat molekul senyawa tersebut?

Jawab : 28
 
Pembahasan :
 
Elektron ketiga terakhir unsur J : n=2, l=1, m= -1, s= +1/2 (2p1 )
Elektron ketiga terakhir unsur J : 1s2 2s2 2p 1 (elektron = 5)
Jumlah elektron unsur A = Jumlah elektron ke + elektron ke – 1
= 5 + 3 -1
= 7
7 J : 1s2 2s2 2p3
J + J → J2
Ar J = proton + neutron
Ar J = 7 + 7
Ar J = 14
Mr J2 = 2 × Ar J
Mr J2 = 2 × 14
Mr J2 = 28

 31. Diketahui harga ke-4 bilangan kuantum elektron keempat terakhir unsur Q adalah n=2, l=1, m=0, s=+1/2 . Neutron unsur Q adalah 10. Jika unsur Q saling berikatan membentuk suatu senyawa oktet, maka berapakah berat molekul senyawa tersebut?

Jawab : 38
 
Pembahasan :
Elektron keempat terakhir unsur Q : n=2, l=1, m=0, s=+1/2 (2p2)
Elektron keempat terakhir unsur Q : 1s2 2s2 2p 2 (elektron = 6)
Jumlah elektron unsur A = Jumlah elektron ke + elektron ke – 1
= 6 + 4 -1
= 9
9 Q : 1s2 2s2 2p5
Q + Q → Q2
Ar Q = proton + neutron
Ar Q = 9 + 10
Ar Q = 19
Mr Q2 = 2 × Ar Q
Mr Q2 = 2 × 19
Mr Q2 = 38

Artikel Terbaik

Artikel Terbaik

Larutan Penyangga : 20+ Contoh Soal Dan Pembahasanya

Hello Sobat ! Salam Chemistry !! Pada kesempatan kali ini, mas dennis akan membahas mengenai beberapa contoh soal yang berkaitan dengan ...